Senin, 05 September 2011

" Akhirnya............"

Karena dinding kita telah lama retak.
setiup bayu merebahkan dan keping-keping dalam kelukaan...

Sejenak sandarkan lelah 
Tak urung hentikan marah..

Tahukah kau?, aku masih merindumu
Yang dulu getarkan hasratku
Pada cita-cita dan mimpi masa depan...

Tahukah kau?, aku mendambamu pada stiap jeda sepi
dan malam-malam yang dibakar kecemburuan

Lalu aku sudah terbakar,
luluh lantak dan tak tersisa
Bukan karena tak cinta, tapi lelah dengan kelaraan menjemput cinta
Tulus dan rela menguap dilempengan awan yang panas
Seketika, kau menyadarinya....terlambat sudah...

Kini, aku melangkah bagai tak berkaki
Aku bernapas bagai tercekik jari liar
Tak punya lagi harap padamu, tak ada....

Tiang-tiang dan titian rapuh
Ternyata kita tak pernah sanggup untuk menopangnya
Bahkan rubuh pada waktu yang tak sedikitpun tepat
Siapa menduga? kau..atau aku?

Redamkan saja pedih!
Elegi ini merampas segala sukaku
Merejam sampai di kedalaman sukma
sampai mati rasa...

Sampai tiba dijalan ini,
Aku sudah berakhir, tak lagi separuh dengan hidupmu
Aku dijalanku...kau dijalanmu.....


( Akhirnya.................................. )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar