Sabtu, 10 September 2011

Menerka Sunyi Sepimu...





Riuh suara-suara dibilik tanya,
bisingnya hilangkan nada-nada keRia-anmu
( Sungguh sepi...tanpa sunyi....)

Lagu-lagu bak semburan teror
Tebar renjana kata-kata tak bermakna
( Sungguh rindu sunyi...rindu sepi...)

Malam dilema, kelakar tuju kebodohan atau kesukaan
Jelang pagi merangkak, menjemput terik hidup yang kian menjepit
Senja menuai lelah lapar, sampai malam kembali hanya punya lelucon pedih seharian...
( Sungguh sunyi...sungguh sepi...)


Rebahlah kepapa-an.....


Notes : Puisi ini tentang mereka yang hidup dijalanan, seperti tukangsapu ataupun Nenek2 yang masih berjuang hidup sebagai penjual asongan......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar