Senin, 05 September 2011

" Pada Senja Yang Terlewat...."





Masih hangat terasa sapa
Merekah disenyum yang jadi tanda tanya
Yang jadi perih
Yang jadi simbol
Simbol cerita yang lenyap di getir malam yang mengambang


Segores kenang menyusup menburu pada rindu terbendung
Karena aku lalai menghadirkan janji pada sinaran bulan demi bulan




Aku tak bisa lagi menjemput senyum senja itu
Karena kau bersembunyi hindari
Hindari aku dengan segenap ceritaku yang harusnya juga jadi ceritamu


Usaikan saja....usaikan ratapmu dalam desah
Sekejap kau berpaling dan menghilang
Aku mencari dalam doa-doa yang kutitipkan ditiap tetes embun,
ditiap noktah malam,
dan ditiap tiupan angin yang menujumu, kuharap....


( Aku mencium doamu,
pada senja demi senja yang terlewat.....)




Catatan :
Notes ini untuk mengenang "Ibu" atau "Oma" atau siapapun "Dia", yang selayaknya jadi "Ibu" atau "Oma" atau siapapun "Dia"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar