Selasa, 29 November 2011

Seniman Muda dan Lukisannya





Sekali waktu ada seorang pelukis / seniman muda yang baru saja menyelesaikan kursus. Kemudian, selama 3 hari, Dia meluangkan waktunya untuk melukis sebuah pemandangan yang indah. Dia ingin mengetahui pendapat orang tentang kemampuan dan keterampilan melukisnya. Maka, Dia menaruh Karyanya itu di perempatan jalan yang ramai dilewati orang. 

Dibawah lukisannya Dia menulis : Aku yang melukis lukisan ini. Karena  baru untuk profesi ini, aku mungkin telah melakukan beberapa kesalahan dalam lukisan ini. Silahkan memasang tanda silang (X) bila Anda melihat bagian itu. Kemudian Dia pulang ke rumah.

Malam harinya, dia menengok lukisan yang dia pajang di persimpangan jalan itu. Dan betapa hancur hatinya ketika mengetahui lukisannya telah PENUH dengan Tanda Silang, bahkan memenuhi semua bagian lukisan tersebut. Beberapa orang bahkan menulis komentar mereka mengenai lukisan itu dengan komentar menghina. 
Dengan  sedih dan patah hati, Dia berlari menemui guru lukisnya dan menagis sejadi-jadinya. Sambil terisak-isak, seniman muda itu menceritakan apa yang telah dialaminya pada gurunya. Dia merasa jadi manusia tercela dan tidak berguna, dan tidak layak lagi menjadi seorang pelukis. "Orang-orang menolak saya sepenuhnya. Aku merasa seperti sekarat" ratapnya pada gurunya. 
Guru tersenyum dan menyarankan "Anak-Ku, Aku akan membuktikan bahwa kamu adalah seorang seniman besar dan telah belajar melukis dengan sempurna. Lakukan saja seperti yang saya ajarkan, tanpa mempertanyakannya.. apa Ini AKAN bekerja?!" 
Seniman muda ragu untuk setuju, dan dua hari kemudian dia perlihatkan replika lukisan sebelumnya kepada gurunya. Guru mengangguk dan tersenyum. "Ikut aku" katanya pada seniman muda itu.
 
Mereka sampai di perempatan tempat seniman muda itu memamerkan lukisan itu sebelumnya. Lalu, gurunya menulis beberapa kata dibawah lukisan itu : "Saudara-saudara, Aku telah melukis bagian ini. Karena aku baru untuk profesi ini, aku mungkin telah melakukan beberapa kesalahan dalam lukisan ini. Aku telah menempatkan sebuah kotak dengan cat warna dan kuas di bawah ini.  Harap melakukan bantuan, Jika Anda melihat kesalahan, silakan mengambil kuas dan memperbaikinya.. "  

Setelah itu, Guru dan murid berjalan kembali ke rumah. 
Malam harinya, mereka kembali ke tempat lukisan itu lagi. Betapa terkejutnya seniman muda itu, melihat bahwa sebenarnya tidak ada koreksi pun yang dilakukan sejauh ini. 

Hari berikutnya lagi, mereka mengunjungi dan menemukan lukisan tetap tak tersentuh. Sampai waktu berjalan sebulan kemudia, tidak ada satu coretan lain dilukisan itu!. Akhirnya, mereka membawa lukisan itu pulang, dan menyimpannya untuk sebuah Pameran Lukisan di waktu mendatang.

 
Intinya :Mengkritik, Itu soal paling mudah! Tapi Berbuat atau melakukannya, itu soal yang lain dan tidak mudah. Jadi jangan menyepelekan kerja orang lain, juga jangan meresa tertekan bila mendapat kritikan. Karena HAKIM YANG BAIK ADALAH DIRI KITA SENDIRI.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar