Jumat, 16 Desember 2011

Jam Tangan Petani Yang Hilang

Suatu hari, ada seorang petani kehilangan jam tangannya di gudang tenpat dia menyimpan padi. Petani itu sangat bersedih karena jam tangan tersebut memiliki nilai sentimental baginya.
 
Setelah mencari, mengaduk-ngaduk jerami padi cukup lama, ia menyerah dan meminta bantuan sekelompok anak-anak yang bermain di luar gudangnya.

Dia berjanji kepada anak-anak itu, bahwa siapapun orang yang menemukan jam tangan itu, akan diberi hadiah.

Mendengar itu, anak-anak bergegas masuk ke dalam gudang lalu dengan semangatnya masuk ke dalam tumpukan jerami. Setelah menghabiskan banyak waktu, anak-anak itu tidak juga menemukan jam tangan itu dan akhirnya semua anak-anak itupun menyerah.
  
Ketika petani itu hendak menutup pintu gudang dengan perasaan kecewanya, tiba-tiba seorang anak kecil menghampirinya dan memohon untuk diberi kesempatan mencari jam tangan.

Petani itu menatapnya dan berpikir, "Mengapa tidak? Anak ini terlihat cukup tulus ".

Jadi, petanipun  mengijinkan anak kecil itu kembali di gudang. Lalu, setelah beberapa saat kemudian, anak  kecil itu keluar dengan jam tangan di tangannya

Bukan main senang dan terkejutnya  petani itu. Lalu dia bertanya pada  anak kecil itu : "Bagaimana kamu dapat melakukannya, sementara yang lain tidak berhasil?"
 
Anak itu menjawab, "Aku tidak melakukan apa pun selain duduk di tanah dan mendengarkan. Dalam
keheningan, aku mendengar detak arloji itu dan mencari arah suara detak itu berada".

Kesimpulan dan pesan Moral yang terkandung dari cerita ini adalah :  

Pikiran yang damai dan tenang  lebih baik daripada pikiran kita terus bekerja.

Biarkan beberapa menit keheningan untuk pikiran  setiap hari, dan lihat hasilnya, betapa tajam hal ini dapat membantu untuk mengatur hidup Anda dengan cara yang Anda harapkan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar