Sabtu, 28 Januari 2012

Hubungan Suami Istri Yang Tegang, Membahayakan Kesehatan


Perempuan dalam pernikahan yang tegang, lebih mungkin  menderita kerusakan pada kesehatan dibanding suami.

Seorang Istri dalam pernikahan yang tegang, rentan terhadap faktor risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes. Demikian situs BBC News melaporkan. Sebagai perbandingan, suami tampak relatif kebal dari masalah tersebut.

Rincian penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan 276 pasangan yang telah menikah selama rata-rata 20 tahun, dipresentasikan kepada  Psychosomatic Society. Setiap pasangan mengisi kuesioner yang dirancang untuk menilai aspek-aspek baik dan buruk kehidupan pernikahan. Mereka juga dinilai bagaimana mereka mengalami depresi sesuai dengan keluhan mereka masing-masing.

Dokter kemudian melakukan sebuah tes untuk menilai apakah ada atau tidak tanda-tanda sindrom metabolik pada para relawan. Kesimpulan menunjukkan gejala peningkatan risiko penyakit serius, seperti masalah jantung.

Perempuan dalam pernikahan tegang lebih mungkin mengalami depresi dan memiliki sejumlah besar gejala sindrom metabolik. Tapi meskipun suami dalam pernikahan yang tidak bahagia juga tertekan, mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisiologis pada kesehatan mereka. 
Peneliti Nancy Henry, dari University of Utah, mengatakan bahwa timnya menemukan bahwa aspek negatif dari pernikahan yang buruk, seperti berdebat dan menjadi marah, akan diterjemahkan ke dalam masalah baik mental maupun fisik untuk kedua jenis kelamin.Dia berkata: "Kami menemukan ini sungguh-sungguh terjadi pada istri-istri, bukan pada suami. Perbedaan gender penting karena penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu wanita maupun pria, dan kami masih belajar banyak tentang bagaimana faktor hubungan dan tekanan emosional yang berhubungan dengan penyakit jantung."

Tim Smith, yang ikut memimpin penelitian, mengatakan ada bukti yang baik bahwa diet sehat dan olahraga teratur dapat mengurangi risiko seorang wanita dari sindrom metabolik. Namun, ia mengatakan: "Agak dini untuk mengatakan bahwa ini akan menurunkan risiko penyakit jantung jika mereka meningkatkan  kualitas pernikahan. Implikasi langsung adalah bahwa jika peduli akan risiko kardiovaskular, maka harus perhatikan dan perbaiki kualitas kehidupan emosional kita dan keluarga".


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar